Oleh: yukez | Mei 15, 2014

Jangan merasa sok kuat, sadar diri saat berolahraga.


Menghindari gagal jantung saat berolahraga.

Masih ingat almarhum Adjie Massaid? Alm. Basuki  ? (pelawak), Benyamin S ? (pelawak), Eri Irianto  ( pesepak Bola PERSEBAYA Surabaya, Jumadi Abdi (pesepak bola Pupuk Kaltim), . Mereka itu meninggal secara tragis sesaat setelah berolahraga? Mungkin kita bertanya tanya bukankah olahraga itu menyehatkan? Tapi Kenapa bisa mematikan? Ini rahasianya…

Tubuh kita , organ tubuh kita sama usianya dengan umur kita. Semakin tua umur/usia kita maka organ –organ tubuhpun sama tuanya dengan usia kita. Ketika berolahraga, jantung dan paru-paru memegang peranan dominan. Ketika kita bergerak otot-otot tubuh kita juga bergerak. Pada otot ada sel-sel darah. Darah yang mengalir saat tubuh kita bergerak tidak mengalir dengan sendirinya. Darah dipompa oleh jantung. Darah yang mengalir harus mengandung oksigen agar otot tidak mudah lelah. Maka pernan paru paru bekerja sama dengan jantung . Paru –paru menyuplkai oksigen ke dalam aliran darah.

Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke atrium ke ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir satu arah. Katup jantung terletak sedemikian rupa sehingga mereke membuka dan menutup secara pasif karena perbedaan gradien tekanan. Gradien tekanan ke arah depan mendorong katup terbuka sedangkan gradien tekanan ke arah belakang mendorong katup menutup.

Nah disinilah fungsi katup memegang peranan penting. Ingat usia dan umur  kita ya. Kalau misalnya usia kita sdh mencapai  40 tahun lalu kita memaksakan aktifitas fisik/olahraga berat seperti bulutangkis, sepak bola atau futsal layaknya anak usia 20 tahun sudah pasti ada pemaksaan kinerja jantung dan paru paru yang tidak sesuai dengan usia. Bisa jebol katup jantung yang usianya 40 tahun. Itulah yang disebut gagal jantung (Heart Failure) merupakan suatu keadaan yang terjadi saat jantung gagal memompakan darah dalam jumlah yang memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme.

Lalu bagaimana cara mencegahnya? Dengan menghentikan kebiasaan berolahraga? Tentu bukan begitu caranya. Olahrag harus menjadi kebutuhan. Untuk menjaga kebugaran tubuh kita harus berolahraga, hanya kita harus sadar diri dan tau batasnya. Dalam hal ini kita harus tahu batas maksimum kinerja jantung melalui denyut nadi. Dimana denyut nadi berada? Dipergelangan tangan bagian sisi luar sejajar dengan ibu jari. Lalu cara mengukurnya bagaimana? Ini rumusnya yang disebut DNM (denyut nadi maksimal) yaitu batas maksimal denyut nadi sesuai umur yaitu dengan rumus  : 220-umur. Misalnya usia saya 38 tahun. Jadi..220-38 = 182/menit. Maksudnyaaa??? Jadi dalam satu menit denyut jantung saya saat berolahraga  yang diukur dengan cara menghitung denyut nadi tidak boleh melebihi 182 denyut/menit. Kalau lebih dari itu??? Jebollll jantung saya…gagal jantung..tewasss….

Masih belum faham cara ngukurnya? Gini….ketika kita berolahrag dan merasakan jantung kita mulai berdebar..coba lah periksa denyut nadi kita…oh iya kalau denyut nadi tidak ditemukan pergelangan coba di pelipis kanan dekat mata..pasti disana juga ada denyutan. Hitung selam 15 detik saja dulu. Loh kok 15 detik? Bukannya satu menit??? Gampang doong..pengen satu menit?? Tinggal kalikan saja  (denyutan nadi dalam 15 detik) x 4.  Misalnya selama 15 detik saya mendapatkan denyut nadi saya 30 denyutan. 30 x 4 = 120 denyut/menit. Jadi kalau batas maksimal saya sudah diketahui yaitu 220-umur (38) = 182 denyut/menit. Sedangkan saat berolahraga denyut nadi saya 120 denyut permenit. Masih di bawah denyut nadi maksimal saya bukan? Insya alloh olahraga yang saya lakukan masih aman.

Wahhhh.. udah panjang nih tulisan…terserah deh mau di baca mau enggak mudah-mudahan bermanfaat buat siapa saja yang peduli dengan pola hidup sehat.

Kematian memang Rahasia Tuhan kalau sudah tiba waktunya tidak ada seorangpun yang mampu menghindarinya, tapi setidaknya bukan kematian yang mendadak yang kita inginkan. hmmm kalau sdh masuk ranah Agama..tulisan ini hanya butiran debu. Thanks…! CITIUS…ALTIUS…FORTIUS…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: