Oleh: yukez | Desember 20, 2013

Atlet Bukan Patokan Penilaian Penjasorkes


DSCF4029

Mengamati nilai raport si Bungsu dari kelas 1 sampai kelas 6 SD nilainya Penjasnya biasa-biasa saja, tapi melihat nilai lainnya seperti nilai bahasa Inggris cukup luar biasa. Kenapa Guru penjas selalu memberikan nilai 75, 78 paling tinggi 80 lah walaupun itu diatas KKM. Tidak berani memberikan nilai 85 atau 88 atau 90 ? Alasannya tau tidak??? Katanya sih nilai 85 atau nilai 90 itu hanya layak di berikan untuk seorang atlet. ( ini pemahaman yang keliru dari waktu saya kuliah sampai sekarang). WHAT ??? Kok bukan melihat Indikator pencapaian belajarnya? kenapa atlet di jadikan patokan? jelas salah dong.. atlet itu kerjaannya latihan dan latihan. lha..anak sekolah ? atau anak SD tujuannya apa?

Mari kita lihat tujuan umum pemndidikan jasmani di SD : Tujuan umum pendidikan jasmani di Sekolah Dasar adalah memacu kepada pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan sosial yang selaras dalam upaya membentuk dan mengembangkan kemampuan gerak dasar, menanamkan nilai, sikap dan membiasakan hidup sehat.

Didalam proses KBM khusunya guru mengajar Penjas pasti berpedoman pada Kurikulum yang dijabarkan dalam Silabus dan RPP. Kegiatan belajar mengajar ( KBM ) mengacu pada RPP tadi, di dalam RPP setiap materi memiliki Indikator, indikator itu adalah standar pencapaian belajar peserta didik yang menandakan peserta didik bisa mencapai apa yang diharapkan pada kurikulum ( RPP ). Misalnya dalam materi senam lantai guling depan indikator pencapaiannya adalah : Peserta didik mampu melakukan teknik gerakan guling depan dengan baik dan benar. Indikator baik dan benar misalnya : 1. Melakukan sikap awalan dengan baik dan benar. 2. Melakukan gerakan bergulin dengan benar . 3. Melakukan gerakan kaki mendarat sampai berdiri dengan benar.

Yang jadi pertanyaan adalah : Jika seorang peserta didik mampu melakukan sesuai dengan Indikator pencapaian yang sesuai dengan tabel penilaian, berapa skor tertinggi yang harus dia peroleh? Lalu jika tidak sempurna atau kurang bagus teknik geraknya?  berapa skor nya?

Nah sehubungan dengan indikatornya atlet tadi, atlet yang mana yang di jadikan patokan? Siapa atletnya? Apakah secara Nasional punya standar atlet untuk SD? SMP atau SMA ?yang dijadikan Indikator penilaian Penjas ?

Jelas Guru penjas telah melakukan kesalahan, sekali lagi saya tekankan  1. Atlet di proyeksikan/dilatih untuk mencapai prestasi di bidangnya masing-masing ( cabang olahraga yang di geluti) dengan waktu latihan yang jauh lebih intensif di bandingkan dengan belajar Penjas disekolah. 2. Alet dilatih hanya satu cabang olahraga saja sedangkan Penjas adalah mendidik peserta didik dengan gerak untuk mencapai tujuan pendidikan penjas dan ada 3 ranah yang di nilai yatu Kognitif, afektif dan psikomotor.

Di tempat saya mengajar saya berani memberikan nilai praktek 90 kepada peserta didik yang mampu mencapai indikator pencapaian belajarnya, karena memang ada standar penilaian dan standar indikator pencapaian yang telah di buat pada perangkat pembelajaran ( Silabus dan RPP ).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: