Oleh: yukez | Juni 25, 2013

Menembus Keterbatasan Diri


Pendakian 2 Puncak Gunung dalam 3 Hari.

Di Gunung Gede

Usia memang mempengaruhi kebugaran jasmani, tapi daya juang akan menjadikan kekuatan jasmani berlipat-lipat.

Ini yang ku alami saat mendaki 2 gunung yaitu Gn. Gede dan Gn. Pangrango (15-17 Juni 2013).  Kegiatan pendakian tersebut sebenanranya terjadi secara mendadak. dan Kondisi kesehatan saya pun sedang dalam kondisi kurang fit karena sedang flu berat. Tapi karena kerinduan menggapai Gede-Pangrango begitu menggoda maka saya pun langsung tancap gas…

Berangkat dari bogor sore hari saat itu hari sabtu, wahhh lupaaa kalau hari itu hari sabtu..kebayang macetnya jalur puncak…maka kami berkumpul di bawah jembatan penyebrangan dekat pool Damri kota bogor  bersama abi, dumeh, Yudha, Gevin, Aryo dan Frisky. Sesuai rencana awal kita bertujuh akan menyewa angkutan dari bogor menuju cibodas, didapatlah angkot 01 jurusan ciawi-baranangsiang yang mau mengantarkan kami sampai cibodas. maka ransel-ranselpun dinaikkan ke angkot, angkot melaju membelah jalur tol Bogor -Ciawi, belum juga samapi ciawi..stuck…anngkot terjebak dalam macet yang panjang di jalan tol..hadeuhhh…sampai batre bbku habis akhirnya angkot secara perlahan sampai di ciawi waktu magrib.. dan si sopirpun menyerah serta inkar janji dan memohon maaf bertubi-tubi pada kami bahwa dia tak sanggup lagi membawa kami ke cibodas karena mobilnya katanya gakk kuateun nanjak hehhe, tambah malam aja kami di ciawi, ya aampunnn padahal kalau normal jalur bogor ciawi bisa di tempuh dalam waktu 10 menit saja..lha..ini kok berangkat ashar-sampe ciawi magrib…tau kan jarak bogor -ciawi? dekeeeeeeeeeeeeeeeeet pisan…

Lapar mendera, maka warteg pojokan ciawi jadi sasaran amuk perut tujuh pendaki yang kelaparan..hadeuhhh sudah gelap begini masih di ciawi..capee dehhh… setelah selsai isi manunisi perut,, akhirnya kami memilih mencari angkot Ciawi-Cisarua. dan ketemu sopir yang sepakat mau membawa kami sampe cibodas. sampai di cibodas sdh jam 9 malam…lewatin aja ya cerita macet dari ciawi ke pertigaan tagog…

Tiba di cibodas langsung ke Posko Green Ranger untuk ambil Simaksi ( surat izin pendakian) kemudian numpang sholat, lalu ngopi segalas dan streechng lalu berdoa…..bsmillah…brangkatttt dalam gelap….jam menunjukkan pukul 10.30. setelah menunjukkan surat izin mendaki ke petugas pos jaga TNGP kami kembali melangkah menembus gelap dan dinginnya Hutan gunung Gede. sudah hampir setahun tak mendaki Gede-pangrango, sampai di telaga biru ada kesedihan menghampiri..biasanya di shelter telaga biru ini tempat mengupulkan energi yang mulai terkuras terdengar gemericik air..kini..saluran air itu masih ada..namun airnya kering..saya menduga…mungkin Gede Pangrango sudah mengalami kerusakan parah, atau saluran ttersumbat. maka teka-teki keringnya saluran air di telaga biru terjawab setelah kami sampai di jembatan/ rawa, hmmmm ternyata aliran air tersubat disini dan entah berbelok kemana….peluh-peluhpun berjatuhan disekujur tubuh membasahi kaos yg kamim kenakan..beberapa saat kami harusnterhenti karena kodisi saya dan gevin yg sedang flu berat mengalami kesulita bernafas…ya ampunnnn capekkk banget rasanya lagi flu mendaki gunung..eungapp bray…

malam semakin gelap..kami terus merangsek naik menapaki tangga tangga alam di jalur gede-pangrango, sampai shelter panyancangan badak atau pertigaan ke curug cibeureum kami kembali beristirahat.. terlhat di shelter ada beberapa pendaki yang sedang tidur..mungkin akan melanjutkan perjalanan esok hari. setelah lelah hilang dan energi terkumpul kami lanjutkan pendakian..jalanan semakin menanjak dan suhu udara malam semakin menusuk tulang..kami harus tetap melangkah agar tubuh kami tidak kaku kedinginan…tekapak tangan-tangan kami mulai membeku di terpa dinginnya udara hutan gunung gede-Pangrango. sesuai Target kami akan nge-vamp di shleter air panas, disana kami sampai pukul 03,00, tenda di buka dan kami beristirahat di sana sampai pagi menjelang.

Shelter Air Panas-Gn.Gede

Pagi menjelang, matahari menampakkan kehangatannya menembus tenda kami, waktunya masak, kami bergeas berbagi tugas untuk memasak, ada yang mengambil air, cuci beras, masak , kumpulin sampah dll. kebersamaan memang sangat kental kami rasakan, Setelah selsai makan/ sarapan pagi kami bergegas membongkar tenda dan melanjutkan perjalanan menuju pos Kandang badak. tiba di Pos Kandang badak Pukul 11.00 siang, kami istirahat sebentar dan mengganjal perut dengan dua lapis roti campur susu. Sengaja kami tak memasak karena akan menyita waktu. setelah istirahat dirasa cukup maka kami lanjutkan perjalanan menuju Puncak Gunung pangrango.

Peluh mulai mengucur deras badan mulai meliuk-liuk, mengangkangi, iarap untuk enaklukan rintangan jalur pendakian pangrango. beda sekali dengan jalur pendakian gunung gede.. jalur pagrango cukup curam dan banyak tanjakan-tanjakan ekstrim, pohon-pohon tumbanag tak terhitung menghalangi laju langkah kami, kadang kami harus berterimakasih pada akar-akar pohon yang sangat membantu menjadi pegangan atau tangga untuk melangkah agar kami sedikit-demi sedikit sampai di puncaknya.

Beberapa kali kami harus istirahat untuk menenangkan degup jantung yang kian memburu. Saya pribadi begitu kepayahan dengan kondisi flu berat, sulit sekali bernafas. 2 kali paha mengalami kram….pendakian kali ini terasa teramat berat. mental dan spirit mulai menurun kala fisik mulai melemah, ingin saat itu rasanya berhenti dan balik kanan turun. Tapi hati kecil mengatakan “aku harus sampai di puncak pangarango”. dan…akhirnya   dengan susah payah aku pinjakkan kaki ku di puncak pangrango kembali…tubuh tersungkur bersujud sukur dan menangis, sambil mnegucap takbir….betapa beratnya menjelajahi CiptaaNYA. bagaimana aku menghadapi segala siksaNYA? ampuni aku Ya Alloh…..air mata meleleh..dan hati kembali membaja….aku masih mampu…..

Tak Lama..abi dan dumeh menyusul memuncaki pangrango… tak berapa lama kami abadikan moment tersebut dengan photo-photo, tak berapa lama datang pula rombongan pendaki dari arah lain..dan bertanya kepada kami puncak pangrango..mana kata mereka….ya ini punak pangrango bang! spontan mereka teriak menandakan kemenangan telah mereka raih…akgirnya kami sama-sama berphoto ria….

Di Puncak Gn. Pangrango bersama pendaki lainnya.

Sementara menikmati puncak Pangrango kami menunggu kedatangan Yudha, Gevin, Aryo dan Frisky, lama juga menunggu mereka, sedang perut pun sudah seriosa…harus segera masak nih..maka diputuskan untuk menuju ke lembah mandalawangi dan ng-camp disana, lalu setelah meninggalkan petunjuk arah untuk Yudha cs..kami bergegas menuju lembah mandalawangi…dan sesampainya di lembah mandalawangi…hamparan edelweiss seolah menyambut kedatangan kami. seperti berada di alam lain…syurga mandalawangi…. jutaan edelweiss terhampar membentang seluas puncak gunung pangrango dan kita berada ditengah-tengahnya, menakjubkan…eitss satu lagi yang menakjubkan….gunung mana yang memeiliki aliran air di punccaknya? saya pikir hanya puncak pangrango yang memiliki aliran sungai kecil lebih tepatnya…menakjubkan bukan?

Suhu di punccak pangrango begitu dingin membeku sya ingin menikmati kebekuan ini dengan membuka kaos..dan berrrrrr…sensasional…dinginnya membuat tubuh bergetara hebat…maka ku pakai saja jaket wind breaker…hehehe….dingiiiinnnnn…. tak berapa lama Yudha, gevn, aryo dan frisky tiba di mandalawangi….. kami langsung mendirikan tenda di bahwah rimbunan pohon rasamala..kalau mendirikan tenda di tengah padanag mandalawangi bisa terbang tuh tenda tengah malam nanati di terjang badai gunung. langsung masak dan…tik..tik..tik…hujan turun menderas…maka acara masak puun bubar..kami bergegas masuk tenda karena hujan lagsung turun dengan lebatnya….karena kelelahan dan cuaca dingin kami akhirnya terlelap tertidur sampai pukul 20.00 malam…kriukk..kriuukk…perut berbunyi..lapaaaaaarrr.. masak ah…maka saya bangunkan semuanya dan hujanpun reda…kami lanjutkan masak untuk makan malam. tak banyak yang bisa dilakukan setelah makan malam di puncak pangrango selain kembali masuk tenda dan menikmati tidur dalam dekapan dinginnya mandalawangi…..

bersambung…hari ke 2. pemuncakan puncak gede.


Responses

  1. keren euy… saya udah lamaaa banget ngga naek gunung pak

    • pak syam..hayuu atuh…beribu gunung harus kau daki pendekar hahahha

      • pengennya mah gitu, ada beberapa tempat di gunung yang emang bagus utk latihan.

  2. Semua bermula dari Melangkah

    • Yudha: sampai lutut leklok ya masbro…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: