Oleh: yukez | November 11, 2010

JANGAN ANGKUH MENGHADAPI ALAM Part II


Niatkan yang tulus untuk mendaki Gunung.


Pada waktu dilakasanakannya Pendidikan Dasar Ekskul Pencinta Alam SMA Plus YPHB kota Bogor (PD REPALA GIRIWANA) angkatan ke VI tepatnya 5-7 November 2010 kemarin terungkap sebuah tujuan yang menurut saya melenceng dari tujuan atau azas-azasKegiatan berpetualang di alam bebas atau kegiatan Pencinta Alam. Kemelencengen ini terungkap saat acara api unggun atau malam ke -2 pendidikan dasar di gunung Bunder. Saat itu acara ramah tamah di depan api ungguN, semua peserta di suruh untuk menceritakan kesan dan pesan serta tujuan masuk ekskul pencinta alam. Pada saat giliran …. kita sebut saja namanya dengan inisial “E” menceritakan apa yang harus di ceritakan,  disanalah saya merasa kaget..owh..ou..wow.. ternyata dia gabung sama ekskul pencinta alam tujuannya adalah memenangkan taruhan dengan temannya yang berinisial “D”. wHAt??? kok bisa masuk pencinta alam sebagai ajang taruhan? ini dia ceritanya….

Memang si E dan si D agak telat gabung dalam ekskul pencinta alam yang mestinya dari kelas 10 harus sudah masuk tapi mereka masuk pada smester 2 kelas 10. si E  adalah seorang siswa yang juga ikut ekskul beladiri yang ada tenaga dalamnya, suatu hari E dan D ngobrol mengenai kekuatan fisik, D memandang bahwa E fisiknya belum kuat walaupun ikut beladiri tenaga dalam, menurut si D , kalau memang mau nyoba fisik dan mental,  ikut doong ekskul pencinta alam, pendidikan nya keras dan menantang, di bilangin begitu , si E mengiyakan tantangan si D, bak gayung bersambut mereka berdua daftar tuh jadi anggota pencinta alam, kebetulan saya sebagai pembinanya. setelah itu kita ada acara pendakian ke gunung gede-pangarango, si D dan si E juga ikut pendakian tersebut, saya sebagai pembina sudah mengumpulkan anak-anak yang akan naik gunung berikut saya jelaskan mengenai persiapan yang harus di persiapkan.

Hari yang di tunggu-tunggu pun datang yaitu pendakian gunung gede pangrango, dari yang ikut mendaki sekitar 15 orang sebagian besar adalah pendaki pemula atau anggota baru, perjalanan di mulai malam hari setelah izin ke pos pendakian kita lalui hutan belantara gunung gede pangrango menembus pekatnya malam dan dinginnya udara yang menusuk tulang, semakin jauh perjalanan dan semakin malam semakin jauh juga dari peradaban manusia modern,. di sekeliling perjalanan hanya gelap dan pepohon, nafas peserta mulai tersenggal dan mulai langkah-langkah kaki terhenti karena banyak yang kelelahan minta istirahat , akhirnya rombongan terpecah dalam dua rombongan, saya bersama yang lainnya terpaksa tak meneruskan perjalanan malam itu yang di targetkan semula adalah kita akan ngecamp di shelter air panas, tapi hal ini tak bisa dipaksakan beberapa peserta yang ada pada rombongan saya sudah tak sanggup lagi meneruskan perjalanan malam itu akhirnya kita ngecamp di sebuah tempat yang agak lapang. perjalana kan kami lanjutkan besok.

ceritanya, esok hari perjalanan dilanjutkan , kami akhirnya bertemu dengan rombongan pertama yang disana ada pak aryo, kita bertemu mereka di pos kandang batu,  singkat cerita  kita udah sampai di kandang badak, saya rasa langit akan turun hujan kabut mulai tebal….saya perintahkan anak-anak untuk mendirikan tenda secepatnya dan melindungi barang bawaan agar tak basah jika hujan nanti, tak lama setelah tenda berdri hujan datang menerpa kawasan shelter kandang badak, angin dan petir juga turut serta werrrrrrrrrr…..semua masuk tenda dan mengamankan barang-barang bawaan masing-masing, mungkin sekitar 30 menit atau 1 jam-an hujan mulai reda, kami mulai berani keluar, hujannya gak total berhenti sih masih ada titik-titik air hujan  tersisa dilangit ….

tiba-tiba saya mendapat laporan bahwa 2 orang mengalami hipothermia, cowok semua.. waduhh kok bisa terjadi..saya tetap berpikir tenang dan saya periksa 2 orang peserta yang katanya hipothermia ( gejala kedinginan dengan ciri-ciri seluruh badan bergetarrrrrrrrrr, bibir biru dan gigi atas dan bawah beradu gemeretak trrak,..tak..tak..tak… dan tak mampu lagi berbicara dengan otak jernih)… ternyata oh ternyata yang mengalami hipothermia adalah si E dan si D, saya amati dan saya ajak bicara 2 anak tersebut , hmm…gak bisa di ajak bicara dengan benar pikirannya sudah kacau, menceracau gak nyambung , yang ada di otaknya cuma satu pikiran” pulang kerumah” what  saat itu juga?. no! ini hampir di puncak gunung, gak masuk akal kan kalau minta di jemput sama ortunya dengan mobil sampe di puncak gunung….wah separah itu kondisi pikirannya, dan saya cari tau penyebabnya dia hipothermia adalah… dia tak mampu mengahadapi perubahan cuaca yang begitu cepat di gunung, mereka tak bisa harus berbuat apa saat hujan turun di gunung ? akhirnya mereka malah kehujanan atau mungkin hujan-hujanan, gak kebayang dinginya seperti apa di kandang badak….

Saya ambil keputusan nih anak 2 ini mesti di selamatkan dari kepunahan ..halah… emangnya binatang langka… saya selamatkan mereka dari kedinginan yang sudah merasuk kedalam tulang, saya minta bantuan pak aryo dan pak teguh yang menemani saya untuk meminjamkan pakaian dan celana kering yang masih tersisa pada 2 orang anak ini.  seluruh pakaian dan perlengkapan yang di bawa si E dan si D semuanya basah… ya ampuun  ngapain juga pakaian dan sebagainya di bawa kalau gak berguna atau akhinya gak kepake seperti ini lirih hati saya berkata demikian…..

JADI ..dari tulisan ini saya hanya ingin mengatakan..percayalah bahwa mendaki gunung tak semudah yang anda bayangkan, mendaki gunung bukan ajang untuk unjuk kekuatan atau gagah-gagahan, mendaki gunung adalah kegiatan olahraga, mendaki gunung adalah sarana pendekatan diri kepada ALLAH SWT sang pencipta alam semesta, mendaki gunung adalah sarana menumbuhkan cinta tanah air, maka cintailah alam jangan pernah merasa mampu menaklukan alam……

 

e”

pe


Responses

  1. hahhaha
    lain kali saya ath jd pemeran utamanya wkwkw
    ngomong ngaco gimana pa?*wktu itu gak nyadar yg sakit itu e sm d kirain siapa hhe

  2. saya coppass sebagai pembelajaran saj,, trimksh.. sangat menyentuhh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: