Oleh: yukez | Oktober 29, 2010

Tak Ada Lagi Blekok di Desa-ku


Blekok,  pergi dan tak kembali.

Blekok sawah

Dulu , sewaktu saya masih kecil (SD) masih merasakan keindahan kampung halaman, di pagi hari suara burung-burung yang mencari makan ramai terdengar, mereka bersahut-sahutan dengan riang menyambut pagi yang hangat sambil berjuang mencari makan, terbang dan hinggap dari pohon belimbing ke pohon mangga, dari pohon mangga ke pohon jambu, ke pohon nangka yang ada di halaman rumah para tetangga. itu dulu..kini kenangan itu tinggal cerita, cerita yang menyakitkan untuk di ceritakan pada anakku. Karena kini suara burung dari  pekarangan rumah tetangga tak lagi terdengar,pepohonan yang dulu ada di pekarangan kini tak ada lagi, berganti dengan bangunan rumah, kampung halaman pun semakin panas, tak sejuk lagi dan yang lebih menyakitkan lagi dan selalu dirindukan adalah suasana panen, jika panen padi tiba dan sawah di genangi air hujan, maka pada musim tersebut akan terlihat pemandangan menakjubkan di angkasa, dari arah utara tampak rombongan blekok bergerombol terbang membentuk formasi pesawat tempur dan itu akan berlanjut sampai 5 rombongan dalam sehari, tujuan mereka adalah pesawahan yang baru selesai di panen, di tempat itu makanan bagi blekok  (ardeola speciosa) sangat berlimpah, katak-katak kecil, tutut dan cacing sawah yang gemuk adalah makanan paling di cari oleh blekok, pemandangan di sawah begitu indahnya, ribuan blekok tampak sibuk mencari makanan di sawah yang basah, sebagian beristirahat mematung di galengan sawah, dari kejauhan tampak seperti patok-patok bambu, lucunya mereka kalau berdiri cuma satu kaki, kaki satunya dilipat (di tekuk) (keseimbangan tubuh yag luar biasa). ini lah pemandangan yang selalu kuingat sampai saat ini dan selalu ku rindukan, pemandangan Indah yang ada di kampungku, Desa Karangmangu, kec. Susukanlebak Kab. Cirebon-Jawa Barat.

Kini tak ada lagi pemandangan seperti itu, semua tingal cerita dan ketika saya ceritakan pada anak saya yang bungsu, beliau tak tahu blekok itu apa dan seperti apa, duuh menyedihkan…. kini semua telah hilang, ini gara-gara kesalahan manusia juga, seingat saya kepergian blekok dari desaku adalah karena senapan angin, ya senapan angin. Dulu banyak pemuda di desaku yang gemar berburu burung, burung sulit di cari lagi maka sasarannya adalah blekok, belekok yang berdiri di pematang sawah di tembaki… sejak saat itu… sejak adanya suara senapan itu….sejak saat itu pula blekok di desaku pergi dan tak kembali lagi, satu lagi kerusakan ekosistem sawah punah, pemangsa nomor 3 tak kembali lagi, kini yang merasakan kerugianya adalah masyarakat desa sendiri, tanaman padi diserang hama bekicot, kualitas padi tak lagi bagus karena cacing-cacing sawah menghisap akar padi, cacing-cacing tersebut tak ada pemangsanya…..salah siapa, dosa siapa???

http://www.balurannationalpark.web.id


Responses

  1. Terharu sekali ceritanya….Betul sekali Kang ! Dulu emang suasana kampung kita sangatlah indah, adem ayem, burung2 berkicauan di pagi hari kekompakan, persatuan penduduk setempatnya juga sangat erat, kini telah sirna sudah, salam sejahtera dari anak CANTILAN KARANG MANGU CIREBON kanh IING

    • to: iing….
      wah…..ieu iing..? Allahu akbar…dunia teryata sempit nya….. bisa manggih blog saya kumaha ceritana ieu teh??
      ia…sy juga kangen suasana desa….kala malam nya hujan turun..pagi hariunya pasti sawah-sawah basah…udara segar….hmmmmm….kini..semua tlah hilang seiring kemajuan dan perkembangan desa kita…..salam juga Dari ANAK BALONG BURUNG..KARANGMANGU-CIREBON.

  2. Assalamu’alaikum wr wb. Salam silaturahim dan salam kenal
    Subhanallah artikel yg sangat bagus. Sebelumnya mhn maaf sekarang desa karangmangu benar2 di monopoli oleh sekelompok orang bahkan masyarakat banyak yg dibodohi dan dibohongi sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimana Karangmangu dimasa depan?

    • TO : PJR MHS
      waalaikumsalam WR WB. salam kembali,,,,ini siap ya kang? orang karangmangu bukan? hmmmmmmmmm….maksudnya di monopoli apanya yang kang? di bodohi apanya masyarakat? memangnya Karangmangu begitu menggoda ya kang untuk di kuasai ..hadeuhhh kayak zaman VOC aja nih…hihihi…

  3. Sangat menyentuh, saya juga anak desa Karang Mangu tepatnya di blok Cantilan. Subhanallah, membaca artikelnya membuat rasa rindu akan kampung halaman semakin menggebu. Ternyata keadaan kampungku sudah sangat berubah… Semoga masyarakat Karang Mangu yang membaca artikel ini bisa lebih terbuka, hati dan pikirannya. Salam Kenal kang..😀

    • To : Saif Ramadhan
      hmmm kang saif org cantilan ya? anaknya Bapak siapa ya kalau boleh saya tau……salam kenal juga….kalau pulang kampung ketemuan atuh kang hehehe..

  4. Iya kang, saya saya dari Cantilan. Saya cucunya almarhumah ibu Kinong. Insya Allah kang, kalau udah pulang kampung bisa ketemuan. Boleh minta alamat facebook nya kang?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: