Oleh: yukez | September 2, 2010

Jangan Larang Anak Anda main Air Hujan


Bermain Hujan-Hujanan itu menyenangkan.

Hampir sebulan gak posting Blog, kenapa bisa seperti ini ya, bener-bener mampet ide, tapi tiba -tiba saja perasaan saya malam ini rasanya kangen banget sama si Bungsu, saya lihat photo-photo si bungsu yang ada di laptop, penglihatan saya pun terhenti di photo si bungsu yang main hujan-hujanan. saya amati photo itu, hmmm… kayaknya asik banget main hujan-hujanan,  ingin rasanya  kembali ke masa anak-anak.. main hujan-hujanan…ahaaa….

Dulu ketika penulis masih kecil sering main hujan-hujanan.  Walaupun ibu gak suka, please deh bu.. kenapa gak boleh, dulu mah gak kepikiran kenapa ibu ngelarang main hujan-hujanan sedangkan temen-temen yang lain gak dilarang sama ortunya. ooh ternyata baru sekarang kepikiran , mungkin ibu melarang saya main hujan-hujanan karena ibu takut saya akan jatuh sakit (ini bukti bahwa ortu sayang sama kita).Merdekaaaa...

Dunia berputar… roda mengelinding drama hidup dimainkan, kini saya menjadi orang tua dari anak-anak saya. langsung saja cerita si bungsu ya…! sewaktu saya pulang ke Bandung (rumah), seperti biasa saya harus banyak main sama si bungsu, karena memang ketemu nya jarang-jarang, saya kerja di Bogor sedangkan keluarga tinggal di Bandung, Suatu sore , langit Bandung mulai berubah gelap, awan hitam mulai mempekat.. hmmm sepertinya akan turun hujan, dan benar saja… tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya (kayak buah aja lebat). saya mencoba menikmati suasana hujan di home sweet home, berdiri di pintu rumah dan menatap halaman rumah yang di basahi hujan yang turun deras dari langit,  lagi ngelamun tiba tiba si bungsu menghampiri dan ikut melihat hujan yang turun, tiba -tiba si bungsu berkata : ” ayah… boleh main hujan-hujanan gak?”. wah ngajak ribut nih si bungsu , tau sendiri kan ibunya sangat telaten ngurus si Bungsu sampe badannya pun sehat dan badag, “Jangan main hujan de, ntar ibu marah lho… ayah juga nanti yang kena marah, terlihat mimik wajah kecewa terpancar dari muka si bungsu.

hmmm saya mencoba menyelami perasaanya, setelah berpikir baik buruknya, saya  memberi intruksi kepada si bungsu , Silahkan de, sana main hujan-hujanan tapi jangan lam-lama ya…!  ” asiiiikkk horeeee…. begitu senangnya dia,  lalu  meluncurlah si bungsu ke halaman rumah dengan sepedanya, langsung saja sekujur tubuhnya basah kuyup, si bungsu berteriak senang dan girang. saat itu Ibu ( istri ku) langsung teriak .:” adeeeee jangan main hujan-hujanan. hmmm…. kawatirnya si ibu. tapi komando saya ambil alih. terus de  hujan-hujannya…..Istri pun akhirnya memahami kondisi itu.

Terlihat begitu merdeka-nya si bungsu main air hujan. saya fikir kenapa kita harus larang anak kita main air hujan?  bukankah panas hujan, gelap terang adalah sunatullah, sudah diatur oleh SANG  MAHA KUASA. Kita tak bisa menghindar dari ketentuan Alloh SWT, bahwa Planet bumi ini mengalami terpaan hujan, panas dan lainya, artinya kita sebagai mahluk  penghuni bumi ini tak bisa mengelak dari terpaan alam tersebut, jadi biarkan lah  anak-anak kita main hujan-hujanan agar dia mampu menghadapi kondisi alam yang bagaimanapun.. agar anak kita menjadi anak yang kuat menghadapi segala cuaca. tapi itu harus ada batasnya. Jika anak kita ingin main hujan- hujanan sebaiknya perhatikan langkah-langkah bermain air hujan yang aman dan nyaman:

1. Bermain air hujan sebaiknya 10 menit setelah hujan turun

Ini untuk mengantisipasi debu-debu yang beterbangan tertimpa air hujan.

2. Bermain air hujan cukup 10-15 menit.

ini untuk menghindari tubuh mengalami kedinginan karena terlalu lama bermain hujan.

3.  Jangan main Hujan di saat ada petir

4.  Segera Mandi air hangat setelah hujan.

5. Olesi badan si anak dengan minyak kayu putih.

Mudah-mudahan ada manfaatnya….mari kita berikan pengalaman hidup pada anak-anak kita dengan Bijaksana.


Responses

  1. Hallo pak, saya maulana kelas x-5 SMA PLUS YPHB, bener tuh pak emang harusnya boleh tapi masih pantes ga ya anak SMA main hujan-hujanan ??

    • to : Maulana. Hallo juga… Maulana Basyarudin kan ??
      hohoho.. kalau udah SMA Mah kayaknya udah gak pantes ya..hehehe.. ntra di sangka masa kecilnya kurang bahagia…….heheh..
      terimakasih maulana…ufah berkunjung ke blog bpk….

  2. hallo pak saya m taufiqul rachman x5 sma plus yphb hahhahaha
    emang iyaaa pak ? ade saya juga paling seneng maen ujan ujanan meskipun uda kena marah sama ibu saya hahahaha
    kalo anak sma maen ujan ujanan seru kali ya ? kayak anak sd lagi ? jadi kangen masa kecil lagi ya pak ?
    terima kasih pak ntar saya mau mencoba saaran bapak terima kasih pak ukas , VIKING PAK !!!! hahahahah

    • To. M taufiqul R ”
      Hallo juga taufik…
      adek kamu seneng maen hujan-hujanan juga ya?? biarin aja..asal jangan pas ada gledeeeeeeek. Bhuahahaaaaaaayyyaaaaaa…

  3. HALLO pak saya M.adnan muttaqin dari x-5 adenya ninis alumni YPHB. hehehe😀

    pak menarik sekali blog Coffee Break yang ini,lucu dan sangat menarik bagi saya pak..
    dan juga saya lebih tau tentang bermain hujan-hujanan…

    pengalaman bapa yg ini saya ingat sampai kapanpun ..

    • To : Adnan
      hallow jugaaaaa, okehh adnan nanti banyak ngobrol ma BPk ya di skul hehehe… biar tambah akrab….
      terimakasih kalau memang menarik , waaahhh emang begitu harusnya, kalo mau hujan-hujanan perhatikan ada gledek gak,….trus jangan lama-lama..ntar masuk angin heheh.. makasih ya adnan…..

  4. seppp lahh pak …

    pak ada salam dari kaka saya ….

  5. menarik sekali sharing bapak tentang anak bungsunya..
    oya..apa boleh tanya pak..
    apa anak bapak pernah bingung karena misalnya bapak memperbolehkan anak melakukan sesuatu tetapi ibu melarang? (beda pendapat ayah-ibu)
    apakah dalam mengasuhh anak, antara bapak dan ibu memberlakukan peraturan tertentu dalam memberi disiplin pada anak?
    trims

    • to ; bu anny
      terimakasih bu atas kunjungan ibu ke blog saya.
      mengenai beda pendapat antara ayah-ibu dalam hal mendidik anak 2 komando yang berbeda memang akan sangat membingungkan anak, demi kebaikan anak, kita harus kompak kalau gak bisa kompak, salah satunya harus mengalah dan bertanggung jawab. misalnya pada kasus anak saya tersebut, ibunya gak suka anak saya hujan-hujanan, tapi saya menyuruhnya hujan-hujanan, dalam kasus ini, ibu mengalah, perintah saya tersebut di ikuti oleh anak,nah disini harus adil, saya mesti bertanggungjawab akan segala resikonya. kalau bisa sih sebaiknya dua-duanya (ayah-ibu) kompak agar anak tidak bingung. namun hal ini tergantung dari gaya mendidik orang tua, ibu biasanya lebih khawatir, tapi seorang ayah punya pikiran dan maksud lain, ini yang harus difahami bersama. mudah-mudahan pendapat saya tidak membingungkan ya bu anny…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: