Oleh: yukez | Juni 7, 2010

PUISI : Melintas (membelah Angin)


PUISI : MELINTAS (Membelah Angin)

Oleh : Muhammad Reyzsa Ash-Shidiq

Membelah surapati

Sekali lagi kupacu
membelah angin
melintas jalan
menantang maut
melewati batas kecepatan

mencari ruang di antara padatnya aspal
memperlihatkan kesombongan
menunjukan kehebatan
semu

karena kubutuh
kubutuh angin yang dapat mengeringkan air mata
yang bisa kudapatkan ketika melaju
bersamanya

kini berhenti sejenak
mengamati semua yang melaju
perih

surapati-Bandung, setelah melaju 120kpj


Responses

  1. waaaahh
    terima kasih, sudah mempublish puisi saya di blog,
    senang rasanya ^^

    • yayaya…. terimakasih….juga Pusi anda mau di muat di blog sy.suatu kehormatan buat saya memuat pusi bagus dari seorang pemula seperti anda. anda memang berbakat..lanjutkan berkarya nak….(photonya sereem amat ..!!nak)..sieunn abdi ningalina.. .heheheh….

      • makin bnyk ide klo lg suka sm orang….
        lanjutkan za…
        hee…

  2. “nya” itu refers to?
    btw nice laaaaa.. hahaha..

  3. membelah angin sampai ke dada
    Seperti itu aku ketika ingin membunuh rasa.. 🙂

    • Terusin puisinya mas Rizalihadi…..

  4. semangat…salamm kenal..

    di tunggu kunjungan balknya..

    terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: