Oleh: yukez | Juni 5, 2010

Untuk Anakku


PADA SUATU SAAT NANTI

Raihan Wangsasuta Jamparing

Raihan Wangsasuta Jamparing

Anakku yang kusayangi…

Pada suatu saat dikala kamu menyadari, bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah mengerti aku.

Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan…Jika aku mendapatkan kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri… Aku mohon engkau bersabarlah !

Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, Ketika kau masih kecil.

Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikannku ! Dengarlah aku !


Ketika kau masih kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita atau lagu pengantar tidurmu berulang kali, dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur, dan aku lakukan itu untukmu, agar tidurmu lelap..

Jika aku enggan mandi, jangan memarahiku, dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan.

ingatlah berapa banyak pengertian yang ku berikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu.

Aku mengajarimu banyak hal…cara makan yang baik, cara berpakaian  yang baik, berprilaku yang baik, serta bagaimana menghadapi masalah dalam kehidupan…

Jika kadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraanmu, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah…aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.

jika aku tak mau makan, jangan paksa aku ! aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar.

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku untuk bergerak seperti sebelumnya, bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku.mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.

Dan kala suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…ketika aku ingin mati…jangan marah nak…, karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti !

Cobalah mengerti bahwa pada usia tertentu kita tidak benar-benar “hidup lagi” kita hanya “tidak mati”.

Suatu hari nanti kamu akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.

kau tak usah merasa tidak beruntung atau gagal dihadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah bertambah tua. Kau harus ada didekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah untukkmu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang kau lakukan pada saat kau terlahir.

bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran. suatu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah…

Senyum dan kecintaanmu padaku. Aku mencinta dan menyayangimu anakku..

AYAHMU.

Anaking Jimat Awaking


Responses

  1. like this …..

    saya jadi inget almarhum nenek saya… di saat-saat terakhirnya di dunia ini.

    • iyaa pak takut yaah.. anak kita lupaa kalau dia pernah kita urus…. moga ank-anakku ajdi anak-anak yg sholeh..n sholehah…

      • amiin

      • amin..

  2. pa ukas meni sedih beneran, sy berkaca2 seriusan hehehe
    inget sama orang tua sy jadinya

    • To: nuy..
      waaah…sedih ya nuy..??
      hmmmm…mudah-mudahan nuy inget akan pengorbanan orang tua. kadang kalau ortu kita udahpikun suka ngeselin…padahalmah itu teh gambaran kita waktu kecil, seprti orangtua kita dimasa-masa pikun. moga nuy jd anak sholehah n berbakti ma orangtua.

  3. iya pa bnr bgt meni gmn gt ke hati teh bnrn
    amin Ya Allah amin amin..

    • amin…..

  4. semoga menjadi anak yang sholeh dan lebih baik dari ayahnya…amin :p
    *nyambung…hehe

    • to Anggi :
      amin.. eh dasar teu enak tungtung na…. anggi blog nya baru ya…..

  5. yang penting mah dido’ain ateuh…hehe
    iya pak..masukin ke blogroll bapa doong.. :))

  6. zzzzzzzz

  7. bapak yang berbudi eih…. terenyuh juga menhadapi masa depan jdnya ….pelajaran berharga…. guru olahraga yang melankolis

    • Bu Mer :
      makasih bu komentarnya…salam buat keluarga..ya..!

  8. terharu pak bacanya, ayah saya sibuk si, ga sampe gini banget, sumpah terharu paaaaak😥

    • To: Imam Dwi S.
      Yaa…. orang Tua sibuk juga kan demi kita ya dwi.. doain aja ortu Kita sehat dan berjaya terussss…..ok !

  9. mnyentuh hati pak ceritanya…..jadi merasa bnyak salah saya pak sama orang tua saya d rumah T_T
    karya tulis ini bagus pak… ngingetin kita jasa” orang tua sewatu kita masi kecil T_T

    • To Rivaldi :
      hmmm..bpk doain kamu jadi anak sholeh. yang penting sadari sama kita bahwa kelak ornagtua kita akan kembali seperti kita (anak kecil) fahamilah…..
      eh ini Rivaldi kelas berapa ya???

  10. oke pak pokoknya giriwana jaya !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: