Oleh: yukez | Mei 6, 2009

Puisi : Batu Hitam



tugu-kujang

BATU HITAM

Malam kemarin….

Setelah pulang dari kotamu

rintik hujan masih setia mnyambutku

airnya membasahi tugu kujang

di jantung kota ini

angin membawa lari bunga seroja jingga

yang jatuh ke tanah bergguling dan terinjak

hidupku mesti berhenti sampai dimana

puncak gunung salak berteriak mengajak

tuk bercumbu dalam gelap

segala lelah tlah ku bunuh dengan payah

sgala rintang tlah ku parang dengan sisa kekuatan

saat meninggalkan cinta kita tadi malam

aku ingin berlari mengejar awan

menggapai mentari pagi menghantar senja

lalu ku ukir malam dengan tinta keabadian

aku engan menjadi senja muram

aku enggan menjadi malam kelam

cukup lah aku menjadi batu hitam

yang tak lekang di terjang zaman

sampai engkau meraihku memelukku

tuk temani hari-hari kita

bersama berdua

hinga mata kita bersama terpejam

dalam nafas terakhir

dengan iringan senyuman

cinta kita yang abadi

penuh pengharapan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: