Oleh: yukez | Februari 27, 2009

Puisi : Perih


Perih

st830823

Kemarin…ada yang hilang dalam hatimu

Saat kau ceritakan tentang mimpi-mimpimu

ada bagahagia yang terluka

mengapa perih juga aku rasa

Air mata menggenang dikelopak mata

Padahal telah ku kuatkan hati untuk menerima

Tapi luka telah terbuka, hatimu diperdaya  durjana

Mayapada telah membawamu dalam mimpi yang nyaris nyata

padahal cuma kasat mata

Sedih dalam duka, duka yang teraniaya

senyummu senyum kepedihan

tawamu tawa kegetiran

harapanmu telah kau gantungkan

Dalam jalinan pengharapan

hanya PadaNya kita tautkan segala asa

Kita cuma bisa berdo’a untuk semua rahasia sebuah makna

Yang telah digoreskan Sang Maha Kuasa

Hati menjerit meratap penjuru segala

Berharap tanganku berubah sayap

Agar mampu terbang menyusulmu, menemuimu di Sukapura

memelukmu, mendekapmu membasuh luka

hentikan linangan air mata  dan segala kebimbangan

Mata terpejam mencoba membayangkan

Wujudmu dalam kelopak kasih sayang

duh..pujaan….

takkan..takkan pernah kurelakkan  orang lain menyentuhmu…

takkan..takkan pernah lagi orang lain menemuimu….

dirimu untukku, hanya  untukku….


Responses

  1. untukku hanya
    dirimu
    salam kenalku
    boleh, kan?

    izin masang link blog Anda di saya
    terimakasih

    • to: madagumilang. salam kenal juga. terimakasih sudah main di blog saya. ok kita tukeran link ya.

  2. Wuih………..menyedihkan!begitukah cinta?apa cinta telah menyakitimu dan membuat perih hatimu?sungguh……..malang nasib……..yang terdzolimi cinta…smoga esok tidak ada lagi rasa perih itu..smoga esok tidak terlihat lagi wajah tersenyum tapi hati terluka…….smoga dikau selalu tersenyum bahagia…^_^
    kbyn?dfoto dsaung mana,kok kebo y g klihatan he,he

    from kabayan:
    hahahahahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……….

  3. Mantaap……

  4. bagus banget puisinya

    • terimakasih….cuma sekedar ngungkapin perasaan ajah kok…

  5. i like it………

    • to; dewi
      terimakasih….

  6. no komen pak..lieur macana haaahah

    • BU erlin : tong di emutan bu, meh teu rieut hahahaha….

  7. kesal..
    Mengapa kau tak ingin ku tatap…
    mengapa kau selalu berucap…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: