Oleh: yukez | Februari 23, 2009

E-Learning Di SMA ? Jangan Salah Kaprah…!


E-Learning Di SMA ? Jangan Salah Kaprah…!


elearning_icon

Sebagian dari kita  mungkin sudah tahu  apa itu e-learning, tapi mungkin juga pembaca masih ada yang belum mengetahui  apa itu e-learning?

E-Learning berasal dari bahasa Inggris  yaitu Electronic Learning yang dapat di artikan kurang lebih  Sitem  Pembelajaran elektronik. Untuk lebih mudah nya disingkat, electronic Learning disingkat menjadi e-learning, jadi yang dimaksud dengan e-learning adalah suatu sitem pembelajaran atau sistem belajar mengajar dengan menggunakan atau memanfaatkan teknologi informasi (komputer). ini adalah pengrtian yang paling mendasar tentang e-learning.atau  ada pula yang memberikan pendapat bahawa

Beberapa ahli ada yang mengartikan e-learning dari sudut pandang yang mungkin berbeda seperti dibawah ini :

  • e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001.) sumber: e-learning Unpad.
  • e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone (LearnFrame.Com, 2001) sumber: e-learning Unpad.
  • E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. (e-learning center Univ. Gunadarma).

e-learning-research

Dari beberapa referensi tersebut diatas, maka mungkinsekarang kita mulai memiliki gambaran apa itu E-Learning.  Sekarang yang menjadi permasalahan atau ganjalan adalah apakah e-learning bisa diterapkan di tingkat SMA? jawabannya   adalah bisa.! karena dengan e-learning ada beberapa keuntungan yang di dapat  diantaranya:

  • menghemat waktu proses belajar mengajar,
  • mengurangi biaya perjalanan,
  • menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku),
  • menjangkau wilayah geografis yang lebih luas,
  • melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Namun karena  karakter siswa SMA adalah siswa  yang masih perlu bimbingan, arahan dan pemantauan, maka sitem pembelajaran e-learning tidak harus dilaksanakan secara statis dalama arti tidak semua materi pembelajarn harus disamapaikan melalui media e-learning. Karena  Tugas Guru  dan Dosen agak sedikit berbeda walau sama-sama mengajar, tapi ada hallain yan membedakan Guru dan dosen, yaitu mendidik. Guru  tidak hanya  mengajar tapi Guru  juga harus mendidik, membimbing dan mengarahkan siswa terutama dalam hal afektif-nya. Guru di SMA wajib melakukan KBM tatap muka di kelas. Siswa SMA tidak bisa secara penuh belajar jarak jauh/ di lepas, siswa SMA masih perlu bimbingan secara langsung oleh karena itu e-learning tidak dapat menggantikan pertemuan KBM dikelas.

Tapi e-learning bisa dimanfaatkan untuk alternatif  belajar mandiri, mengerjakan tugas secara mandiri juga bisa diteraokan. e-leraning bisa menggantikan sistem belajar yang berpusat pada Guru menjadi stem belajar yang berpusat pada siswa. E-learning juga menjadi pilihan alternatif cara belajar yang selama ini tradisional ke carabelajar yang lebih canggih, mandiri, cepat dan dapat dilakukan dimana saja.

Sudah seharusnya Sekolah-sekolah khususnya yang berada di daerah perkotaan untuk membuat suatu situs e-learning yang disediakan sesuai kebeutuhan sekolah masing-masing. Sekolah -sekolah yang berbasis IT sudah seharunya untuk memanfaatkan kemajuan teknologi untuk peningkatan kualitas pendidikan. oleh karena itu seluruh SDM di setiap sekolah harus dilatih agar mampumenciptakan dan menyediakan pengelolaan dan pendistribusian maeri pendidikan dan pengejaran melalui media internet.

Jadi  kita  mesti hati-hati dan bijak dalam menerapkan sitem belajar e-learning di SMA. Jangan samapai  dengan motivasi ingin disebut sekolah maju, kita menerapkan e-learning dengan salah kaprah yang akhirnya justru bukannya KBM berjalan dengan sukses, malah sebaliknya  justru menyulitkan Guru maupun siswa, penerapan e-learningdi SMA mesti dipersiapkan secara matang dan tidak tergesa-gesa. Sekali lagi Ingatlah bahwa e-learning dibuat untuk memudahkan semua komponen pelaku pendidikan baik siswa maupun Guru, bukan untuk menyulitkan.

Bogor, 23 Februari ’09.



Responses

  1. Nice … Tatap muka msh tetep perlu Pa. Agar tetap terjadi komunikasi antara author dgn user, user dengan user e learning, pd setiap kursus e learning hrs ada grup diskusi, chating, shg setiap siswa ttp dpt melakukan pembelajaran dan author siap untuk mendampingi secara on line (chating)ataupun off line (sms). Ada bbrp syarat e Learning yg harus difahami oleh pengembang dan author, maaf untuk sementara msh blum dpt dipublis krn msh dlm bentuk draft, insyaallah klo itu sdh ok akan menjadi standar e learning yg hrs diterapkan secara nasional bahkan se Asia Tenggara, amien. Lets in YPHB’s system, ok

    • To Mrs. Viola

      Mudah2an.. SMA YPHB menjadi SMA terdepan dalam mnerapkan sitem belajar e-learning ya bu…
      terimakasih sudah berkunjung ke blog yg sederhana ini….YPHB jaya……!!!!!

  2. terimakasih pak atas saranya.. jangan segan-segan berkunjung ke situs e-learning saya http://www.magistra.edumoot.com. OC


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: