AY LAP YU .. MISTER..
kira-kira 20 Tahun lalu, Tepatnya pada masa SMP , saya masuk dalam kelas neraka. kenapa disebut neraka? jelas berderet nama-nama anak pintar dikelas 3 waktu itu. rangkingku melorot tajam, eungap bersaing dikelas 3 waktu itu. hanya pelajaran olahraga dan PKK yang saat itu membuat saya nyaman. sedangkan pelajaran yang paling mem BETE kan adalah pelajaran bahsa inggris. karena sang guru selalu mengajar dengan teknik/metode mengajar yang sama. siapa cepat dapat sampul buku. sang guru tdk melihat keseluruhan bakat siswanya dikelas itu, termasuk sy yang sedikit diberi kemampuan bakat linguistik ( bakat bahasa). setiap siswa memang memiliki potensi berbeda, ini yang tidak di lihat oleh sang guru bahasa ingris ku.
sekarang saya berprofesi sebagai kang “guru”, ternyata mengajar itu ada seni nya, ada teknik nya, banyak metode mengajar yang bisa diterapkan, dengan tujuan memaksimalkan potensi siswa. kembali ingatanku ke masa 20 tahun lalu…tersenyum aku menyeringai seperti kuda nyengir kalau inget masa itu, tanpa menyalahkan sang guru , aku hanya bisa berujar dalam hati…terimakasih pak.. selama di ajar bapak.. saya hanya bisa mengatakan 4 kata dalam bahasa inggris… ay lap yu….mister.. atas kemurahan hatimu, akhirnya saya bisa juga mendapatkan sampul buku dari bapak karena bapak merasa kasihan dengan saya yang selama tiga catur wulan tak pernah mendapatkan tanda star atau sampul buku dari bapak. sungguh saya tak bisa memahami pelajaran bapak. saya hanya mampu melihat bintang bintang kelasku beradu cepat menyelesaikan tugas bapak demi mendapatkan hadiah sampul bukuĀ dan saya tak pernah mengerti setiap tugas yang bapak berikan.
(curhatan seorang underdog yang ternyata memiliki bakat kinestetik).





Walaupun punya kekurangan di bidang itu, usahanya keren pak.. cuma buat dapet bintang.. thumbs up buat ceritanya
Oleh: Semut Ireng on September 13, 2011
at 1:52 am