Cerpen: Cinta Terakhir
Bulan Maret tahun ini Kota Bogor masih di bombardir petir dan dicurahi hujan yang entah sampai kapan berakhir (ya eyaalah..namanya juga kota hujan hujannya sepanjang tahun…dooong….). Terlihat lapangan basket, lapangan futsal dan taman kawasan pendidikan lingkungan hidup basah oleh air hujan semalam. Pagi ini pun rintik hujan masih setia menyambut pagi. Matahari tertutup mega hitam, udara dingin dari kedua gunung, gunung Salak dan Gede-Pangrango yang menjaga Kota ini begitu dingin.Ughhh…malas sekali rasanya untuk memulai aktifitas hari ini, enaknya tuh susana kayak gini mah tidur berselimut kain beludru huhuy…mantap…deh…..
Tapi satu hal yang membuatku tetap semangat untuk bekerja adalah celotehan para ABG yang selalu semangat mengikuti pelajaranku. Sekali saja aku gak masuk kerja…besoknya pasti mereka protes..anak-anak yang aneh…..Saya dan beberapa rekan kerja yang punya hobby berpetualang sedang kumpul-kumpul dalam suasana non formal..yaa ngobrol pagi har, sambil menunggu bel masuk berbunyi menikmati secangkir kopi pagi ..ueeenak….banget….Dalam pembicaraan pagi itu , kami membahas rencana petualangan minggu depan. Hasil kesepakatan kali ini kami akan berpetualang menyusuri lembah sungai di daerah ciamis..yang disebut dengan istilah Green Canyon, atau juga di sebut kawasan Cukang Taneuh. Yaa nama kawasannya Green Canyoon bukan Grand Canyon yang ada di Amrik sana. Bedanya cuma di kata depannya saja, yang di Ciamis Green , yang di Amrik Grand. Green Canyon adalah sebuah kawasan aliran sungai yang di kanan dan kirinya dibatasi tebing-tebing tinggi dengan berbagai tumbuhan bergelantungan dan menempel di dinding nya.
Bel Tanda masuk terdengar nyaring berbunyi , mulai dari guru, siswa dan karyawan semua bergegas memulai aktifitasnya masing-masing. Saya ngajar jam ke 3 dan 4 so jam pertama n kedua saya free. Ah….buka e-mail dulu, barangkali ada e-mail masuk hari ini lagi pula sudah seminggu saya nggak buka e-mail. Waaah busyeet ternyata ada 155 e-mail belum ku baca, banyak juga….kulihat sendernya satu-persatu. Tiba-tiba mataku terpaku pada satu nama sender yang sangat ku kenal, aku klik alamat sender tersebut dan terbuka isinya:
” Assalamu’alaikum…, A..apa kabar? Semoga sehat selalu. A kapan Ke Tasik lagi, kalau bisa hari minggu ya, ditunggu. Ada sesuatu yang ingin rin sampaikan. Wassalam ….
Haaah? E-mail dari erin…jarang-jarang dia kirim e-mail, apa yang ingin dia bicarakan, kok nggak sms atau telpon ke hp ya..??? aah…nggak tau aah…gman nanti aja…
What..??? minggu ini?? Alamaak..itu kan pas aku dan rekan-rekanku ada acara ke green Canyon??? Hmmmmmgmana ya…ah kumaha engke we……
Hari jum’at sore kami sudah berkumpul di terminal Baranangsiang Bogor. Kami berlima Aku, Adhi, Haris, Yana, dan Hendri. Mobil Bus Jurusan Ciamis suda hampir penuh hanya tinggal bangku bagian belakang saja yang kosong. Gaak apalah yang penting ada bangku, perjalanan Bogor-Ciamis memakan waktu 8 jam bisa gempor kalau kebagian berdiri. Akhirnya Setelah penuh Bis melaju menuju Ciamis.
Akhirnya kami tiba di terminal Banjar, hari sudah gelap, jam 10 malam kami tiba disana suasana teminal sudah sepi, sulit juga mencari angkutan menuju Cukang Taneuh. Menunggu pagi , kami inisiatif pergi mencari pasar malam, sekedar mencari makanan ringan serta ayam dan ikan untuk dibakar di camp nanti. Tak jauh dari teminal kata tukang rokok ada pasr. Kami putuskan pergi ke sana…suasana Kota Banjar tak begitu ramai. Hampir sama seperti suasana Tasik di malam hari lho kok tasik siih.., tiba-tiba saja aku ingat Tasik…???? hmmmm ku akui ada rindu tersisa di Kota Payung itu……hingga ingatanku tiba-tiba saja melayang ke kota yang dinaungi gunung Galunggung itu..akh…galunggung….i miss u…..
Hari ke 2
Petualangan mencumbui green canyon sudah tuntas, hari ke dua ini kami punya acara untuk menghabiskannya di pantai pangandaran..akhh aku tak tertarik sama sekali untuk pergi ke pantai, hari ini aku niatkan pergi ke singaparna menemui erin. Ok kawan kita pulang bareng nanti di Tasik.
Bus mini melaju tenang ke arah Tasik, kalut pikiranku bercampur aduk erin akan ngasih kabar apa ya? penting mungkin… 1 setengah jam akhirnya aku tiba di Singaparna….. dan di alun-alun itu aku cari tempat yang di janjikan erin…hmmm disana rernyata dibawah pohon beringin…..terlihat gadis mungil sang duduk sendiri membaca sebuah buku berjudul…” Ku pinang Engkau dengan Hamdalah” what….. itu buku biasanya dibaca oleh muda-mudi yang mau nikah ….wah…..ada apa ini…akh…pikirku ku terpis jauh-jauh mungkin erin hanya ingin membaca nya saj…
Assalamualaikum…. kumaha damang? ku sapa erin yang sedang asik membaca buku.
Waalaikum salam eh AA…baru nyampe ya? jawab Erin sedikit kaget. hmm… iya baru pisan nyampe…. gmana kabar papah, embu n kakek?? heheh basa-basi ku keluar…. Alhamdulilah daramang….
setelah ngobrol sana sini akhirnya Aku beranikan diri untuk bertanya ada apa dengan E-mail itu. hmm… tiba-tiba Ern menunduk, pipinya memerah, tapi matanya pun memerah..merah enampung cairan bening di kornea nya…. ups….ada titik air jatuh dari kelopak matanya….. lalu dengan tangan terjulur ia berikan sebuah Amplop biru muda tak terlalu tipis namun agak tebal. A…, baca ini setelah saya hilang dari pandanganmu, saya tidak bisa berlama-lama disini,, ada kegiatan yang akan saya lakukan siang ini, saya pulang dulu, assalamualaikum…singkat padat dan gak jelas…Erin mengakhiri perjumpaan itu.
Tertegun aku melihat Erin berjalan menyusuri setengah lingkaran Alun-alun singaparna Tasikmalaya, terus ke arah selatan dan akhirnya menghilang dari pandangan…dan aku masih tertegun memegangi sepuccuk amplop biri\u muda di tangan……
Ku ambil tempat yang agak sunyi…… di Taman alun-alun ini…. dan langit mulai gelap… udara sedikit bertambah dingin… ku tatap langit..hmmm…. akan segera turun hujan……
Tak berpikir lama ku buka amplop biru muda pemberian Erin,, lalu Ku baca….
Undangan, Minggu 4 April 2009
Menikah : Erin Herlianingsih dengan Zakara Mahmud.
tik….. tik…. dua tiktik air menimpa Undangan Biru di tangan ku…….. semakin banyak air yang jatuh dari langit dan..akhirnya hujan pun turun…membasahi Kota Tasikmalaya….. ku tatap langit tak berwarna tak secarah 1 jam lalu…. aku langkahkan kaki menyusuri jalanan SingaParana dengan menggenggam Undangan biru muda yang telah basah kuyup….entah aku sendiri tak sadar….ka arah mana kaki ini meangkah, hujan yang mengguyur deras tak kurasakan….di ujung jalan itu kulihat bayangan wajah yang ku kenal mungil , tersenyum manis lalu menghilang….. Galunggung di Selatan sana sudah tertutup kabut…..terus langkahku susuri di trotaoar kota ini seiring hatku yang kalut dan menciut..pileuleuyan neng…. wlijeung jatukrami, mugia bagja dina kalanggengan…..
SERPIHAN RINDU…TAMAT.
THANK TO : Allah SWT yang memberiku Inspirasi. ANH yang telah setia separuh masa. dan rekan-rekan yang telah menemani perampunagn cerpen ini. nama tokoh dan tempat hanya kebetulan saja jika ada yang sama…. hatur nuhun akh..mangga…. gejlig…..




































